Malang benar nasib Apri (15), seorang pengamen
remaja yang biasa bersenandung di dalam bus-bus yang melintas di Jalan
Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Nyawa Apri tak tertolong lagi ketika
badannya terjepit dua bus yang saling berimpitan saat mengadu kecepatan
berburu penumpang.Peristiwa tragis ini terjadi di depan Wisma
Metropolitan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (7/10/2011) sekitar
pukul 19.45. Apri tewas dengan luka parah di bagian kepala dan langsung
dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk proses visum.
Kepala
Seksi Kecelakaan Polda Metro Jaya Aiptu Paryono mengungkapkan, ketika
itu korban sedang bergelantungan di pintu belakang bus PPD 213 jurusan
Kampung Melayu-Grogol. "Di sebelah bus PPD ini ada bus kopaja. Posisi
kedua bus saling berimpitan sehingga korban terjepit," ucap Paryono,
Jumat (7/10/2011), saat dihubungi wartawan.
Dalam kondisi terjepit
di antara dua bus itu, Apri tidak kuasa menyelamatkan diri hingga
akhirnya terjatuh ke aspal. Salah satu bus tersebut kemudian
melindasnya. Apri pun tewas di tempat.
Berdasarkan keterangan
saksi yang juga teman Apri, remaja itu sehari-hari memang mencari uang
dengan mengamen ataupun menjadi joki 3 in 1. Namun, pada saat
kejadian, Apri tidak sedang mengamen, ia hanya menumpang bus tersebut.
"Dari temannya itu bilang dia sering ngamen di Bundaran HI dan Jalan Sudirman," tandas Paryono.
Atas
kejadian ini, aparat kepolisian langsung mengamankan kedua orang sopir
bus tersebut, yaitu Supriyanto, sopir bus PPD; dan Sunyoto, pengemudi
kopaja. Mereka kini masih dimintai keterangan di Unit Laka Ditlantas
Polda Metro Jaya di Pancoran. Polisi juga mengamankan kedua bus yang
beradu dalam peristiwa tadi malam.
Sabtu, 15 Oktober 2011
0 Response to "Seorang Pengamen Tewas Terjepit Bus"
Posting Komentar